Sabtu, 09 Oktober 2010

Riedl Akui Perbedaan Kelas INA-Uruguay
Indonesia sebenarnya sempat memimpin saat melawan Uruguay lewat gol yang dicetak Boaz.
Jum'at, 8 Oktober 2010, 23:15 WIB
Irvan Beka, Haryanto Tri Wibowo
(VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)


VIVAnews - Pelatih tim nasional Indonesia Alfred Riedl mengakui keunggulan Uruguay saat tim Merah Putih dibantai 1-7 di Stadion Utama Gelora Bung karno, Senayan, Jakarta, Jumat 8 Oktober 2010.

Indonesia sebenarnya sempat memimpin saat melawan Uruguay lewat gol yang dicetak Boaz Salossa. Namun, kondisi fisik para pemain menurun dan mudah terbaca permainannya. Alhasil Markus Horison dan kawan-kawan tumbang 1-7.

Mengomentari kekalahan Indonesia di debut pertamanya, Riedl tidak bisa berbicara banyak selain mengakui keunggulan kelas Uruguay.

"Hanya dalam lima menit pertandingan, Anda bisa lihat perbedaan kelas tim Asia Tenggara dengan kelas dunia. Laga ini terlalu cepat bagi kami. Pertandingan yang tidak 'adil' bagi kami," ujar Riedl usai pertandingan, Jumat 8 Oktober 2010.

Riedl kemudian berharap anak asuhnya memetik banyak pelajaran dari pertandingan ini. Meski pelatih asal Austria itu berkilah fisik pemainnya tidak bagus setelah berkumpul beberapa hari usai membela klubnya.

"Fisik kami genjot di babak pertama, sedangkan di babak kedua kami kedodoran. Persiapan kami juga sempit setelah beberapa pemain habis bermain di kompetisi," pungkas Riedl.

"Banyak pelajaran yang bisa kami raih dari pertandingan ini. Banyak pergerakan bola yang bisa kami pelajari, bagaimana mereka mempertahankan bola dan banyak lagi. Tapi, sekali lagi Anda melihat permainan dengan kelas yang berbeda," papar Riedl.

Sementara itu kapten Indonesia Bambang Pamungkas membenarkan pernyataan Riedl yang menilai pertandingan melawan Uruguay terlalu cepat datangnya.

"Ini pertandingan pertama dengan banyak pemain baru, pelatih baru dan sistem baru. Jadi pertandingan ini terlalu cepat bagi kami. Tapi, kami banyak belajar dari laga ini," kilah Bambang. (irv)
• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar